Sudah
selakyaknya kita berdoa kepada-Nya disaat sempit maupun lapang, disaat susah
maupun senang, di saat sehat maupun sakit. Hamba yang mempunyai kekuatan berdoa
tentu tidak akan risau, gelisah, khawatir was-was dsb.
Doa adalah melatih kesabaran, didalam
kebuntuan hidup dan himpitan permasalahan. Keinginan-keinginan selalu kita
panjatkan lewat doa. Berbicara mengenai doa, tidak semua doa bisa dikabulkan.
Semua adalah hak Allah, apapun dan kapanpun doa kita akan diijabah atau mungkin
ada doa yang Allah tangguhkan untuk dikabulkan, karena Allah Maha Mengetahui
apakah sesuatu itu baik atau buruk untuk hamba yang memohonnya.
Allah adalah Dzat Maha Pemurah, maka
jika ingin doa dikabukan berdoalah dengan sungguh-sungguh, lakukan apa yang
menjadi perintah-Nya dan jauhi pula apa yang menjadi larangan-Nya.
Ketika kita sadar dengan beribu dosa
yang telah kita lakukan , maka segeralah bergegas memohon ampunan-Nya dan untuk
mendapatkan ampunan dari-Nya memerlukan doa sebagai perantaranya.
Doa adalah otak ibadah, setiap saat
dalam kehidupan kita tidak akan dapat terlepas dari doa yang senantiasa kita
panjatkan. Dengan pengharapan yang penuh terhadap terkabulnya doa dari Allah
Swt maka menjadi motivasi agar kita lebih giat dala beribadah kepada-Nya.
Allah berfirman
"Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintab)-Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah:
186)
ayat tersebut juga dikuatkan dengan hadis Nabi Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, ia menceritakan,
ketika kami bersama Rasulullah dalam suatu peperangan, kami tidak
mendaki tanjakan, menaiki bukit, dan menuruni lembah melainkan dengan
mengumandangkan takbir. Kemudian beliau mendekati kami dan bersabda,
“Wahai sekalian manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian
tidak berdo’a kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdo’a
kepada Rabb yang Mahamendengar lagi Mahamelihat. Sesungguhnya yang
kalian seru itu lebih dekat kepada seorang di antara kalian dari pada
leher binatang tunggangannya. Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku
ajari sebuah kalimat yang termasuk dari perbendaharaan surga? Yaitu:
laa haula walaa quwwata illaa billaaHi (Tiada daya dan kekuatan
melainkan hanya karena pertolongan Allah).”
Hadits tersebut diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim serta beberapa periwayat lainnya, dari Abu Utsman an-Nahdi.
Ayat dan hadis tersebut menjelaskan kepada
kita bahwa untuk terkabulnya doa hendaknya kitapun harus memenuhi seruan Allah
untuk selalu bertakwa kepada-Nya, dengan menjalankan perintahn-Nya dan menjauhi
larangan-Nya agar kita selamat dari marabahaya dan tetap berada di jalan yang
lurus.
Allah sangatlah mengetahui apa yang
terjadi terhadap hamba-Nya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh
hamba-Nya. Tetapi walaupun begitu Allah memberikan tuntuna kepada hamba-Nya
berdoa, kebutuhan berdoa adalah sepenuhnya untuk kepentingan manusia, karena
doa manusia tidak akan mengurangi atau melebihi kemuliaan dan kekuasaan yang
Allah miliki.
Doa seharusnya dipanjatkan kepada
Allah dengan kesunguhan hati dan pikiran yang konsenterasi, dengan kesungguhan
ini kita berharap sepenuh hati Allah ridha mengabulkan doa kita.
Perasaan takut dalam menyampaikan
doa dan dengan suara yang lirih, mengiba kepada Allah untuk terkabulkanya doa,
perasaan cemas doa kita tidak dikabulkan Allah, takut Allah murka atas doa
kita. Doa adalah rintihan doa qalbu hamba terhadap sang penciptanya. Doa adalah
jembatan yang menghubungkan seorang hamba dengan kasih sayang-Nya. Maka
berdoalah dengan menghadapkan wajah yang penuh rasa cemas dan penuh harap
kepada Allah Swt, rasa cemas karena ketakutan kita akan tidak terkabulnya doa
sebab banyaknya dosa-dosa kita.
Doa adalah rintihan jiwa, jeritan
batin seorang hamba terhadap sang Khaliq yang menciptakanya. Ketakutan yang
besar akan kepantasan kita mengetuk ampunan-Nya, pertolongan-Nya,dan kasih
sayang-Nya membuat diri ini cemas dan penuh harap. Maka segera dekati Allah
dengan taubat kita. Dekati Allah dengan ketaatan kita menjalankan semua
perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Doa adalah kunci harapan seorang
hamba terhada Rabb-nya. Dengan berdoa kita mempunyai harapan atas semua yang
kita sampaikan di dalam doa. Kita berharap ampunan-Nya, dan juga berharap
pertolongan serta kasih sayang-Nya. Dengan berdoa kita mengoptimalkan getaran
hati kita akan kebutuhan dan ketergantungan kita terhadap Sang Pencipta.
Adap berdoa yang harus paling kita
perhatikan adalah kekuatan kita berendah hati, kekuatan kita menghinakan diri
di hadapan Allah bahwa kita adalah hamba yang lemah penuh dosa yang membutuhkan
ampunan dan prtolongan-Nya.
Allah sangatlah dekat dengan hamba-Nya
dan Allah mengabulkan doa hambanya yang berdoa kepada-Nya. Allah senantiasa
membuka pintu ampunan-Nya bagi hamba yang datang memohon ampunan-Nya dan Allah
senantiasa membuka pintu Rahmat dan kasih sayang-Nya bagi hamba yang datang
mengiba kepada-Nya. Sungguh Allah Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Maka
tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersegera diri menegadahkan kedua tangan beroa
dan memohon apa yang apa yang kita inginikan.
Penulis
Anak Asuhan Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa Institut Agama Islam Negri Salatiga Semester 5
Puji Lestari


Tidak ada komentar:
Posting Komentar