Kamis, 25 Agustus 2016

DOA ITU SEGALANYA


           

Sudah selakyaknya kita berdoa kepada-Nya disaat sempit maupun lapang, disaat susah maupun senang, di saat sehat maupun sakit. Hamba yang mempunyai kekuatan berdoa tentu tidak akan risau, gelisah, khawatir was-was dsb.
            Doa adalah melatih kesabaran, didalam kebuntuan hidup dan himpitan permasalahan. Keinginan-keinginan selalu kita panjatkan lewat doa. Berbicara mengenai doa, tidak semua doa bisa dikabulkan. Semua adalah hak Allah, apapun dan kapanpun doa kita akan diijabah atau mungkin ada doa yang Allah tangguhkan untuk dikabulkan, karena Allah Maha Mengetahui apakah sesuatu itu baik atau buruk untuk hamba yang memohonnya.
            Allah adalah Dzat Maha Pemurah, maka jika ingin doa dikabukan berdoalah dengan sungguh-sungguh, lakukan apa yang menjadi perintah-Nya dan jauhi pula apa yang menjadi larangan-Nya.
            Ketika kita sadar dengan beribu dosa yang telah kita lakukan , maka segeralah bergegas memohon ampunan-Nya dan untuk mendapatkan ampunan dari-Nya memerlukan doa sebagai perantaranya.
            Doa adalah otak ibadah, setiap saat dalam kehidupan kita tidak akan dapat terlepas dari doa yang senantiasa kita panjatkan. Dengan pengharapan yang penuh terhadap terkabulnya doa dari Allah Swt maka menjadi motivasi agar kita lebih giat dala beribadah kepada-Nya.

Allah berfirman





 "Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintab)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186) 

ayat tersebut juga dikuatkan dengan hadis Nabi  Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, ia menceritakan, ketika kami bersama Rasulullah dalam suatu peperangan, kami tidak mendaki tanjakan, menaiki bukit, dan menuruni lembah melainkan dengan mengumandangkan takbir. Kemudian beliau mendekati kami dan bersabda, “Wahai sekalian manusia, sayangilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdo’a kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdo’a kepada Rabb yang Mahamendengar lagi Mahamelihat. Sesungguhnya yang kalian seru itu lebih dekat kepada seorang di antara kalian dari pada leher binatang tunggangannya. Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku ajari sebuah kalimat yang termasuk dari perbendaharaan surga? Yaitu: laa haula walaa quwwata illaa billaaHi (Tiada daya dan kekuatan melainkan hanya karena pertolongan Allah).”
Hadits tersebut diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim serta beberapa periwayat lainnya, dari Abu Utsman an-Nahdi.
            Ayat dan hadis tersebut menjelaskan kepada kita bahwa untuk terkabulnya doa hendaknya kitapun harus memenuhi seruan Allah untuk selalu bertakwa kepada-Nya, dengan menjalankan perintahn-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar kita selamat dari marabahaya dan tetap berada di jalan yang lurus.


            Allah sangatlah mengetahui apa yang terjadi terhadap hamba-Nya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Tetapi walaupun begitu Allah memberikan tuntuna kepada hamba-Nya berdoa, kebutuhan berdoa adalah sepenuhnya untuk kepentingan manusia, karena doa manusia tidak akan mengurangi atau melebihi kemuliaan dan kekuasaan yang Allah miliki.
            Doa seharusnya dipanjatkan kepada Allah dengan kesunguhan hati dan pikiran yang konsenterasi, dengan kesungguhan ini kita berharap sepenuh hati Allah ridha mengabulkan doa kita.
            Perasaan takut dalam menyampaikan doa dan dengan suara yang lirih, mengiba kepada Allah untuk terkabulkanya doa, perasaan cemas doa kita tidak dikabulkan Allah, takut Allah murka atas doa kita. Doa adalah rintihan doa qalbu hamba terhadap sang penciptanya. Doa adalah jembatan yang menghubungkan seorang hamba dengan kasih sayang-Nya. Maka berdoalah dengan menghadapkan wajah yang penuh rasa cemas dan penuh harap kepada Allah Swt, rasa cemas karena ketakutan kita akan tidak terkabulnya doa sebab banyaknya dosa-dosa kita.
            Doa adalah rintihan jiwa, jeritan batin seorang hamba terhadap sang Khaliq yang menciptakanya. Ketakutan yang besar akan kepantasan kita mengetuk ampunan-Nya, pertolongan-Nya,dan kasih sayang-Nya membuat diri ini cemas dan penuh harap. Maka segera dekati Allah dengan taubat kita. Dekati Allah dengan ketaatan kita menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
            Doa adalah kunci harapan seorang hamba terhada Rabb-nya. Dengan berdoa kita mempunyai harapan atas semua yang kita sampaikan di dalam doa. Kita berharap ampunan-Nya, dan juga berharap pertolongan serta kasih sayang-Nya. Dengan berdoa kita mengoptimalkan getaran hati kita akan kebutuhan dan ketergantungan kita terhadap Sang Pencipta.
            Adap berdoa yang harus paling kita perhatikan adalah kekuatan kita berendah hati, kekuatan kita menghinakan diri di hadapan Allah bahwa kita adalah hamba yang lemah penuh dosa yang membutuhkan ampunan dan prtolongan-Nya.
            Allah sangatlah dekat dengan hamba-Nya dan Allah mengabulkan doa hambanya yang berdoa kepada-Nya. Allah senantiasa membuka pintu ampunan-Nya bagi hamba yang datang memohon ampunan-Nya dan Allah senantiasa membuka pintu Rahmat dan kasih sayang-Nya bagi hamba yang datang mengiba kepada-Nya. Sungguh Allah Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersegera diri menegadahkan kedua tangan beroa dan memohon apa yang apa yang kita inginikan.
Penulis
Anak Asuhan  Yayasan Kemaslahatan Umat Yogyakarta
Mahasiswa Institut Agama Islam Negri Salatiga Semester 5
Puji Lestari

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar