Seperti
diketahui, dosa itu bertingkat-tingkat derajat dan level kerusakannya
(
mafsadah). Karena itulah maka hukuman
yang bakal dituai di dunia dan akhirat itu juga bertingkat-tingkat tergantung
sepenuhnya pada tingkatan dosa itu.
Di
bawah sebuah penjelasan singkat tetapi menyeluruh tentang hal itu. Asal muasal
dosa itu ada dua jenis: meninggalkan perintah Allah dan mengerjakan larangan
Allah keduanya adalah dosa. Allah memuji nenek moyang manusia dan jin dengan
kedua hal tersebut.
Keduanya
terbagi menurut tempatnya pada dua hal pula.
1. Dosa
bersifat lahiriyah yang dikerjakan oleh anggota tubuh.
2. Dosa
bersifat batiniyah yang dikerjakan oleh hati.
Sementara
terkait dengan hubungan dosa itu, juga terbagi menjadi dua hal:
1. Dosa
yang berhubungan dengan hak Allah.
2. Dosa
yang berhubungan dengan hak makhluk.
Walaupun
pada hakikatnya hak makhluk itu sudah tercakup dalam hak Allah, akan tetapi
disini di sebut hak makhluk karena kalau seseorang melakukan dosa yang
berkaitan dengan hak makhluk, maka dia harus memperoleh maaf berkenaan dari
makhluk tersebut. Dosa it akan hilang dengan perkenaan atau maaf mereka.
Kemudia dosa-dosa tersebut dibagi
dalam empat hal:
1. Dosa
yang bersifat kekuasaan.
2. Dosa
yang berhubungan sifat syetan.
3. Dosa
yang bersifat hewan buas.
4. Dosa
yang bersifat dengan hewan buas.
Dosa yang Langsung Terkait dengan
Allah (Malakiyah)
Dosa
yang berhubungan dengan kekuasaan Allah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak
sah baginya terkait dengan sifat-sifat ketuhanan, seperti keagungan, kebesaran,
kemaha rajaan, kemaha kuasaan, kemaha tinggian, ketundukan makhluk dan lain
sebagainya.
Termasuk dalam hal ini adalah dosa
sirik kepada Allah. Syirik kepada Allah itu ada dua jenis:
a. Syirik
pada nama dan sifat-sifat-Nya sehingga dia menciptakan Tuhan yang lain.
b. Berlaku
syirik dalam berhubungan denga-Nya. Syirik jenis ini tidak mesti menjerumuskan
seseorang kedalam neraka. Akan tetapi yang pasti, seluruh amal yang dikerjakan
dalam kerangka syirik ini akan menguap laksana diterpa angin karene dia
memperuntukan ibadahnya kepada Allah dan selainya. Jenis ini adalah jenis dosa
yang paling besar. Termasuk dalam hal ini juga adalah berbicara tentang Allah
yang tidak diketahui seperti tentang penciptaan dan perintah-Nya. Siapa yng
mengerjakan dosa ini, dia telah menentang ketuhanan dan kekuasaan Allah, dia
membuat sekutu bagi-Nya. Ini adalah jenis dosa yang paling besar disisi Allah
dan tidak ada satu amal kebaikan pun yang bermanfaat kalau dalam hatinya ada
syirik sejenis ini.
Dosa yang Bersifat
Setan (Setaniyah)
Dosa
yang berkaitan dengan sifat setan adalah dalam benuk menyurupakan diri setan.
Contuhnya adalah sifat dengki membangkang, melakukan tipu daya, berdusta,
siasat licik, memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah, dengan cara menyulap
maksiat itu kelihatan elok, melarang ketaatan kepada Allah dan menakut-nakuti
akan hal itu, melakukan perbuatan bid’ah dan kesesatan.
Jenis dosa ini rengking pertama
dalam tataran melahirkan mafsadah. Walaupun sebenarnya efek kerusakanya masih
dibawah jenis dosa pertama.
Dosa yang berkaitan
dengan sifat hewan buas
Dosa yang berkaitan dengan hewan
buas contohnya adalah seperti bermusuhan, marah-marah, menumpahkan darah,
melakukan tindakan semena-mena kepada orang yang lemah dan terpuuk. Sehingga
dari sana munculah berbagai tindakan menyakiti manusia, perlakuan zalim serta
permusuhan.
Dosa yang berkaitan
dengan sifat hewan ternak
Dosa yang berkatan dengan hewan
ternak adalah sepeti ketamakan dan kerakusan dalam memuaskan syahwat perut dan
kemaluan. Dari jenis perbuatan ini munculah perbuatan zina, mencuri, memakan
harta anak yatim, pelit, kikir, penakut, berkeluh kesah dsb.
Jenis dosa yang disebut terakhir ini
merupakan banyakan sebab musabab dosa manusia karena mereka tidak masuk dalam
kategori dosa yang berkaitan dengan kekuasaan Tuhan dan dosa yang berkaitan
dengan setan. Ada juga segolongan manusia yang masuk dalam semua jenis dosa
tersebut.
Dia berlaku melampaui batas dengan
terjebak dalam dosa-dosa tersebut. Dimulai dari dalam dosa yang bersifat hewan
buas kemudian dosa yang bersifat setan dan beralih pada penentengan terhadap
kekuasaan Tuhan dan kesyirikan terhadap keEsaan Allah.
Siapa yang mrenungkan ini dengan
sesakama maka jelaslah baginya bahwa dosa-dosa bisa mengantarkan seseorang pada
kesyirikan, kekafiran dan penentangan kekuasaan Allah.
Dosa besar dan dosa
kecil
Al-Quran, Sunnah dan kesepakatan
sahabat, tabi’in, dan kalangan iman telah menunjukan bahwa dosa terbagi dua:
besar dan kecil. Allah berfirman dalam Qs An-nisa 31.
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
Jika kamu menjauhi
dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya,
niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan
Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
firman Allah Q.S an-Najm 32
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ
كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ
وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ
الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا
تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
(Yaitu) orang-orang
yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari
kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya.
Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu
dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah
kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang
orang yang bertakwa.
Dalam kitab shahih rasulullah SAW
bersabda:
“sesungguhnya shalat lima waktu,
antara satu jumat dengan jumat berikutnya dan antara satu ramadhan dengan
ramadhan berikutnya, merupakan penghapus dosa-dosa antara keduanya sepanjang
dia menjauhi dosa besar.”
Seluruh
amal yang bis amengahpuskan dosa itu dalam tiga drajat:
1. Amal
tersebut sebatas menghapus dosa-dosa kecil, misalnya dosa kecil yang berkaitan
kelemahan amal, kelemahan keikhlasan dalam mengerjakan amal dan kelemahan dalam
mengerjakan hak-hak amal itu secara memadahi. Sehingga amal-amal tersebut bisa
diserupakan dengan obat kecil yang tidak bisa menanggulangi penyakit karena
tidak sejajar dengan kualitas dengan kuantitas penyakit itu sendiri.
2. Amal
tersebut bisa menggulangi dosa-dosa kecil, akan tetapi sam sekali tidak berdaya
untuk menghapus dosa-dosa besar.
3. Amal
tersebut cukup kuat untuk menaggulangi dan mengahapus dosa-dosa kecil dan
didalamnnya masih tersisa kekuatan untuk menghapus sebagian dosa besar.
rrenungkanlah
hal ini dengan cermat. Kalau anda sudah memahaminya maka anda tidak akan mengalami
kemuskilan besar.
Dalam kitab shahih al Bukhari dan Shahih
Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“
jauhilah tujuh hal yang bisa merusak.” Para sahabat bertanya ; apa saja itu
wahai Rasul? Beliau menjawab, “ syirik kepada Allah, Shihir, membunuh jiwa yang
telah diharmkan Allah tanpa alasan yang benar, memakan harta anak yatim,
memakan riba, berlari pada hari peperangan, menuduh berzina perempuan yang suci
jauh dari perbuatan buruk dan beriman”.
Dalam
kitab shahih al Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah Saw
pernah ditanya.; “ apa dosa yang paling besar disisi Allah wahai Rasulullah
Saw? Beliau menjawab” apabial engkau menyebutkan adanya sekutu bagi Allah
padahal Dia yang telah menciptkanmu. “
Ditanyakan:
“
lantas apalagi wahai Rasulullah?” beliau menjawab “apa bila engkau membunuh
anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.”
Ditanyakan
lagi:
“lantas
apalagi wahai Rasulullah?” beliau menjawab “ apabila engkau berzina dengan
istri tetanggamu”
Penulis
Mahasiswa
Institut Agama Islam Negri Salatiga
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Puji Lestari




